Kamis, 03 Desember 2015



Bodi Mobil Masa Kini
          













  Mobil sedan dan beberapa jenis mobil penumpang kini sudah mempergunakan rancangan tanpa rangka (casis) atau rancangan yang menyatu dengan bodi. Keuntungan yang didapat dari penggunaan rangka model ini, antara lain mobil berbidi lebih ringan dan hemat bahan bakar. Satu hal yang menjadi perhatian pada mobil berbodi ringan seperti ini adalah keamanan penumpangnya.
            Bodi yang merangkap sebagai rangka sebenarnya sama dengan bodi konvensional, malahan dari berbagai sisa bisa lebih kuat dan aman. Bodi yang dipasangkan pada rangka, dari segi keamanan tidak begitu baik. Misalnya, bila terjadi tabrakan dari depan atau belakang, penumpang bisa terancam karena benturan yang terjadi tidak dapat diredam oleh rangka yang kuat sehingga penumpang akan terpelanting. Dalam kecelakaan seperti ini kerusakan bodi mobil memang ringan, tetapi yang paling utama diperhtikan oleh kita adalah keselamatan penumpangnya.
            Bidi yang dibuat menyatu jauh lebih mampu meredam gaya akibat benturan. Untuk mengurangi gaya tersebut, beberapa bagian bodi dibuat lebih mudah rusak, tetapi untuk keamanan penumpang ruang penumpang dibuat kuat. Untuk tujuan ini, ruang penumpang dirancang dengan konstruksi mirip telur yang tahan tekanan dari berbagai arah. Keuntungan lain dari rancangan ini adalah ruang penumpang tidak bising.
            Ide untuk menghilangkan casis atau rangka pada bodi mobil bermula dari pemikiran untuk meningkatkan efisien pemakaian bahan bakar dengan menekan bobot kendaraan. Para perancang bodi berpeluang untuk menciptakan mobil yang mampu menyerap benturan saat terjadi tabrakan frontal. Fungsi bumper ikut berubah, lebih bersifat menyerap benturan sehingga kontruksinya tidak lagi harus kokoh dan terbuat dari baja. Konstruksi bodi mobil yang tanpa rangka demikian disebut dengan istilah ‘body monocoque’.
            Meski kebanyakan mobil sedan tidak menggunakan casis, namun tidak semua menggunakan istilah ‘monocoque’. Misalnya, Peugeot mengunakan istilah ‘unibody’, sedangkan Mercedes Benz menyebutnya dengan istilah ‘unitary construction’, dan sebagainya.
            Ada beberapa merk mobil yang mengaplikasikan bodi dengan setengah casis di bagian bawah ruang penumpang. Tidak seperti casis yang biasa, yang terbuat dari lempengan baja tebal, melainkan berupa box section yang tanhan tehadap beban puntir (bending force). Mobil yang menerapkan system ini, di antaranya BMW, Mercedes Benz, Citroen, Ford, dan beberapa sedan papan atas yang biasanya diperkuat dengan box section. Volvo yang terkenal dengan bodi palin aman member jaminan, kursi depan tidak akan copot menerima benturan dua ton. Citroen memasang pilar pintu dengan konstruksi elephant foot (kaki gajah) pada box section itu.
            Berbeda dengan konstruksi casis bodi, pada konstruksi monocoque, semua komponen dipasang pada bodi mulai dari mesin, stabilizer, bumper, system suspense, sampai tangki bahan bakar, dan jok pun disekrup pada bodi. Dengan berbagai pemasangan komponen pada bodi, praktis pada titik pemasangan itu terjadi tempat yang rawan. Misalnya, dudukan stabilizer depan yang terusmenerus menerima baban berat saat akselerasi dan deselerasi. Jika mobil cenderung meliuk saat akselerasi mendadak, tidak mustahil dudukan stabilizer depan retak; atau pada saat roda depan menerima benturan, terdengar suara ‘krek….. krek’ yang memungkinkan hal ini disebabkan reinforce penghubung konstruksi depan dan ruang penumpang retak.
            Bagian-bagian lain yang rawan terhadap kerusakan adalah pilar sepanjang sisi kiri-kanan bawah bodi. Pada bagian ini termasuk yang paling rawan karena kedudukannya tepat didekat roda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar