Bodi Mobil Masa Kini
Mobil sedan dan beberapa jenis mobil penumpang kini sudah mempergunakan
rancangan tanpa rangka (casis) atau
rancangan yang menyatu dengan bodi. Keuntungan yang didapat dari penggunaan
rangka model ini, antara lain mobil berbidi lebih ringan dan hemat bahan bakar.
Satu hal yang menjadi perhatian pada mobil berbodi ringan seperti ini adalah
keamanan penumpangnya.
Bodi yang
merangkap sebagai rangka sebenarnya sama dengan bodi konvensional, malahan dari
berbagai sisa bisa lebih kuat dan aman. Bodi yang dipasangkan pada rangka, dari
segi keamanan tidak begitu baik. Misalnya, bila terjadi tabrakan dari depan
atau belakang, penumpang bisa terancam karena benturan yang terjadi tidak dapat
diredam oleh rangka yang kuat sehingga penumpang akan terpelanting. Dalam
kecelakaan seperti ini kerusakan bodi mobil memang ringan, tetapi yang paling
utama diperhtikan oleh kita adalah keselamatan penumpangnya.
Bidi yang
dibuat menyatu jauh lebih mampu meredam gaya akibat benturan. Untuk mengurangi
gaya tersebut, beberapa bagian bodi dibuat lebih mudah rusak, tetapi untuk
keamanan penumpang ruang penumpang dibuat kuat. Untuk tujuan ini, ruang
penumpang dirancang dengan konstruksi mirip telur yang tahan tekanan dari
berbagai arah. Keuntungan lain dari rancangan ini adalah ruang penumpang tidak
bising.
Ide untuk
menghilangkan casis atau rangka pada bodi mobil bermula dari pemikiran untuk
meningkatkan efisien pemakaian bahan bakar dengan menekan bobot kendaraan. Para
perancang bodi berpeluang untuk menciptakan mobil yang mampu menyerap benturan
saat terjadi tabrakan frontal. Fungsi bumper ikut berubah, lebih bersifat
menyerap benturan sehingga kontruksinya tidak lagi harus kokoh dan terbuat dari
baja. Konstruksi bodi mobil yang tanpa rangka demikian disebut dengan istilah ‘body monocoque’.
Meski
kebanyakan mobil sedan tidak menggunakan casis, namun tidak semua menggunakan
istilah ‘monocoque’. Misalnya,
Peugeot mengunakan istilah ‘unibody’,
sedangkan Mercedes Benz menyebutnya dengan istilah ‘unitary construction’, dan sebagainya.
Ada beberapa
merk mobil yang mengaplikasikan bodi dengan setengah casis di bagian bawah
ruang penumpang. Tidak seperti casis yang biasa, yang terbuat dari lempengan
baja tebal, melainkan berupa box section
yang tanhan tehadap beban puntir (bending force). Mobil yang menerapkan system
ini, di antaranya BMW, Mercedes Benz,
Citroen, Ford, dan beberapa sedan papan atas yang biasanya diperkuat dengan
box section. Volvo yang terkenal dengan bodi palin aman member jaminan, kursi
depan tidak akan copot menerima benturan dua ton. Citroen memasang pilar pintu dengan konstruksi elephant foot (kaki gajah) pada box
section itu.
Berbeda
dengan konstruksi casis bodi, pada konstruksi monocoque, semua komponen dipasang pada bodi mulai dari mesin,
stabilizer, bumper, system suspense, sampai tangki bahan bakar, dan jok pun
disekrup pada bodi. Dengan berbagai pemasangan komponen pada bodi, praktis pada
titik pemasangan itu terjadi tempat yang rawan. Misalnya, dudukan stabilizer
depan yang terusmenerus menerima baban berat saat akselerasi dan deselerasi.
Jika mobil cenderung meliuk saat akselerasi mendadak, tidak mustahil dudukan
stabilizer depan retak; atau pada saat roda depan menerima benturan, terdengar
suara ‘krek….. krek’ yang
memungkinkan hal ini disebabkan reinforce
penghubung konstruksi depan dan ruang penumpang retak.
Bagian-bagian
lain yang rawan terhadap kerusakan adalah pilar sepanjang sisi kiri-kanan bawah
bodi. Pada bagian ini termasuk yang paling rawan karena kedudukannya tepat
didekat roda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar